Inside the Old Egypt : Chapter Five and Six

Bab 2 : Last Waltz

Setelah makan malam selesai, kegaduhan terjadi di Aula Utama. Semua anak akan pergi ke ruang kreasi masing - masing serambi. Ruang Kreasi Grypholn berada di lantai delapan.
Saat mereka pergi menuju lantai delapan, anak - anak mulai membicarakan Last Walzt. ("Aku akan pergi besama Nature. Aku berharap dia mau," seru Ryan pada temanya dalam perjalanan menuju ruang kreasi. Pintu ruang kreasi dijaga dengan bata - bata, sehingga terlihat seperti dinding. "Dua ke atas, lima ke kanan, dua ke kiri," seru Jennica sambil mengetuk - ketuk bata. Pintu ruang kreasi terbuka. Ruang kreasi Grypholn sangat indah. Di dindingnya terdapat berbagai piala kejuaraan antar serambi, dari zaman ayah dan ibu Jennica sampai zaman Jennica. Sebelum ayah dan ibu Jennica, Dragcoq- lah yang selalu memenangkan kejuaraan antar serambi, baik olahraga maupun akademik. Saat itu anak - anak sibuk membicarakan baju yang akan mereka pakai di saat Last Waltz nanti. "Hei, lihat gaunmu, Jennica! Indah sekali!" seru Debora. Gaun Jennica berwarna putih, dasarnya, tetapi dengan 'ikat pinggang' besar di tengahnya yang berwarna hitam. Lalu ada corak bunga di bagian yang berwarna putih, dan di ikat pinggangnya terdapat warna biru merona. Cocok sekali dengan James, yang menggunakan kemeja putih dan jas hitam berkantung di sisi kiri atasnya. Leo menatapnya heran. Baru kali ini Jennica memakai gaun indah, seru Leo dalam hati. Tetapi Jennica tahu apa yang dipikirkan Leo, karena Leo adalah jiwanya. Di sebelah kanan atas jas James terdapat juga bunga yang indah. Itulah pakaian yang akan dipakai oleh Jennica dan James nanti. Alicia akan memakai gaun berwarna cream, yang hanya selutut dan dengan renda di bagian ujungnya. Renda itu berwarna cream juga. Di sisi kiri atas terdapat bunga mawar yang indah. Sementara itu George, pasangan Alicia menggunakan kemeja cream dan jas coklat. Ia juga akan menggunakan topi coklat dengan garis cream di bawahnya. George dan Alicia pakaiannya sangat matching. Debora, menggunakan gaun ungu yang menawan, dengan bawahan gaun yang sangat menggiurkan. Perpaduan ungu muda dan ungu tuanya tidak dapat di komentari apa pun kecuali PERFECT! Fred, pasangan Debora menggunakan kemeja putih dan jas putih yang di belakangnya bertuliskan nomor baju permainan Ball - nya, 9 - Metric.
Di sisi lain serambi, Ashley akan menggunakan Dress pink, dan pasangannya, Donny akan menggunakan pakaian serba hitam dan rangkaian bunga yang berwarna pink. Setelah mencoba baju mereka, para siswa mulai menari. Mereka menyanyikan lagu A Night to Remember, karangan orang tua Jennica yang bercerita tentang malam yang harus diingat, malam sebelum Last Waltz, sebelum kelulusan. Setelah puas bernyanyi dan menari mereka masuk ke kamar dan beristirahat.
Temannya yang lain sudah tidur, tetapi Jennica tidak dapat tidur nyenyak saat itu, karena memikirkan kata - kata Cornelius Greg yang membosan kan, tempat liburan untuk cucumu telah di pesan orang lain. Leo juga agak gelisah. "Oh, Le! Betapa malangnya kita! Besok semua pasti akan pulang ke rumah mereka untuk berlibur sementara kita tidak memiliki tempat berlibur!" keluh Jennica pada daemon-nya. Leo hanya menggangguk sedih.
Jennica membuka Daily News hari ini. Di sana tertera tanggal 2 July 1996. Jennica membaca berita utama.

Telah ditemukan Kembali Alethys!
Alethys, yang belum lama ini dikabarkan hilang telah ditemukan kembali oleh Sir John Parry. Alethys ini sangat mahal harganya jika dijual. John Parry menemukanya di makam Lee Scoresby, teman baik Horace Slughorn, sang penemu Alethys tersebut. "Aku menemukannnya secara tidak sengaja, saat aku melihat ke makam Lee Scoresby, ternyata di sana, tepat di gundukan makamnya, terdapat benda perak yang berkilau bila terkena sinar matahari. Saat aku melihatnya, aku terkejut! Harta dunia yang paling hebat yang ditemukan guruku di Sekolah Tinggi Slughorn dan disimpan di Sekolah Sihir Narsimwarts, lalu di curi oleh Lee Scoresby sendiri telah ditemukan kembali!
"Alethys adalah bahasa Yunani dari kebenaran. Mungkin Phillip Pullman juga pernah menemukannya, dan menamainya Alethiometer. Alethiometer juga berfungsi sebagai pengungkap kebenaran dan digerakan oleh Debu. Alethys juga digerakan oleh Debu dan menurut sebuah survei, Debu adalah jiwa, atau roh. Saat kau memegang Alethiometer dan salah penggunaannya, Debu yang adalah jiwa, akan keluar, dan jiwa orang lain itu menempel di daemon-mu. Daemon-mu pun akan terluka. Untuk itulah Alethys ditemukan. Horace memberi terakhir kali pada Lee Scoresby dan saat Sir Scoresby meninggal, ahli waris Lee Scoresby, seorang keturunan Noman tetapi prestasi di sekolahnya gemilang harus menerima Aletys ini. Sekarang saya akan mencari ahli waris itu, dan akan mencari tahu siapa namanya dari daftar di sekolahnya. "Saya akan berusaha menemukan ahli waris Lee Scoresby,"
>>Berita terkait: hal 2

"Alethys? Aku seperti pernah dengar!" seru Jennica. Leo mulai berbicara, "Alethys? kau tak pernah melihat, mendengar atau apa pun tentang Alethys!"
"Seperti apa itu Alethys?" tanya Jennica. "Buka saja halaman dua! Mungkin ada gambarnya!" seru Leo. Jennica membuka halaman dua Daily News. Tampak tulisan tentang perbandingan Alethys dan Alethiometer. Jennica melihat gambar Sir John Parry yang memamerkan Alethysnya. Tampak juga Alethys, walau buram yang berbentuk seperti kompas tapi lebih banyak simbolnya dan simbonya berbentuk Madonna, beruang, ular berbentuk R, dan bermacam bentuk lain. Alethiometer-pun sama bentuknya, hanya saja warnanya emas dan lebih besar daripada Alethys. Alethys berwarna Perak dan kecil. " Leo? Kira - kira, siapa pewaris asli Lee Scoresby? Tak mungkin dia Noman, karena Lee adalah penyihir darah murni yang paling bisa membaca Alethiometer!" tanya Jennica. "Ya... apa yang tak mungkin! Lee pernah dikabarkan menikah dengan keturunan Noman, bukan?" sahut Leo. " Ya.. kau benar! Tapi, pewarisnya pasti berdarah campuran!" bantah Jennica. " Ya... bisa saja!" seru Leo, lalu tertidur. Jennica meletakkan korannya, lalu tertidur juga. Leo tiba- tiba terbangun. "Jennica! Pasang alarm! Besok kau akan berpaduan suara! Dan, apa bajumu sudah siap?" seru Leo. "Pasti, Leo!" seru Jennica lalu langsung tertidur lagi. Leo mendengus kesal dan tertidur.

Esoknya, ketika Jennica bangun, ia melihat jam. Ternyata sudah jam 09.40! Sudah sangat terlambat! Jennica cepat - cepat ke kamar mandi dan segera mandi, lalu ia mengambil baju paduan suaranya, lalu cepat - cepat menyisir rambutnya dan mengikat kepang dua. Baju paduan suaranya yang bergambar lambang Narsimwarts dan warnanya hitam sudah agak lusuh. Terpaksa ia mencuci dulu baju itu, lalu cepat - cepat mengeringkannya, dan menyetrikanya. Dengan cekatan Jennica memakainkan baju itu pada badannya. Ia segera menuju Aula Utama. Dilihatnya jam di kamarnya. Jan 09.50! Padahal acara paduan suara pk. 10.00!
Acara itu adalah acara untuk pelepasan murid kelas 5 yang telah lulus dan selamat berlibur bagi anak - anak kelas 1 - 4. Paduan suara Narsimwarts selalu mengisi acara tersebut, dan baru kali ini Jennica terlambat.
Ia berlari cepat menuju Aula Utama dan di jalan ia bertemu Prof. Willy Wonka yang juga terburu - buru. Prof. Willy Wonka adalah pelatih paduan suara Narsimwarts. " Prof. ? kau terlambat juga?" tanya Jennica. Leo berlari di sebelahnya dengan gelisah. Daemon Prof. Willy Wonka, seekor kelinci coklat yang sangat terawat mengangguk. Jennica menaiki Leo dan Leo melesat cepat sekali. Kasihan Prof. Willy! Ia tidak bisa menaiki daemon- nya! Dan daemon-nya tidak bisa berubah lagi. Jika sudah melewati umur 15 tahun, pasti daemon seseorang tidak akan pernah berubah lagi.
Leo lari secepat mungkin dan menuju pintu belakang Aula Utama . Di sana berdiri anggota paduan suara, termasuk Alicia. Mereka mendengar dengan teliti kata - kata Prof. Abram. " Ya... selamat kepada delegasi pelepasan dari sekolah ini, semoga kalian mendapat pekerjaan yang bagus dan inilah nama anak - anak yang lulus dari sekolah ini: Nature Slughorn (tentu saja!) Dino Wonk, Indie Chinese, dan..." lalu beberapa nama anak disebutkan seperti: Wage Rudolph, Douwes Dekker, Daniel Dekker, dan lain lain. Ada sekitar 1.000 anak yang disebutkan, dan sepertinya mulut Prof. Abram telah di lapisi cairan Don't stop Talk atau nama kerennya Dotolk. Cairan Dotolk dapat menyebabkanmu tidak capek berbicara walau sudah mengatakan 10.000 kalimat. Daemon-nya juga tampak tidak lelah.
"Jadi, kita akan mendengar paduan suara Narsimwarts!" seru Prof. Abram mengakhiri ceramahnya. Jennica berjalan ke podium, mengawali teman - temannya. Daemon anak - anak paduan suara sudah berbentuk cerpelai putih sekarang. Di paling belakang berdiri Prof. Willy Wonka. Daemon-nya sedikit gelisah, tak jelas mengapa.
Prof. Willy Wonka sudah bersiap, memberi aba- aba dan memulai nyanyian paduan suara. Nyanyian itu bertema Terima Kasih, Professor! Kami telah memasuki tahap hampir Senior! Sekarang adalah tahun Senior! Senior Year!
Setelah pasukan paduan suara bernyanyi, para delegasi mulai bernyani: "Thank you! For all! We will get a senior check! We will get senior check!" seru para delegasi. Prof Abram mulai bernyanyi. "This is your Senior Check, and Congratulation! You have get a Senior Check! You finish the Senior Year! You finish the TOWC test and all! Congratulation!"
Segera Prof. Abram memberi gulungan 'Senior Check' (Tanda Senior) Kepada anak-anak delegasi Senior. "Sekarang,mari kita menarikan Last Waltz kita!"seru Prof. Abram. Para murid yang duduk di kelas kecil segera masuk ke Great Hall yang telah dihias dan menari waltz. Mereka menari diiringi suara merdu Troy dan Gabriella. Sesudah mereka puas menari waltz, para Senior menerima gulungan Senior Check dan mendengar pengumuman beasiswa (scholarship)
"Baik, untuk sekarang, mari kita bacakan siapa yang mendapat scholarship dari universitas ternama di dunia! Nature Slughorn, Julliard School, jurusan ramuan," seru Prof. Abram. Nature Slughorn melompat bahagia, lalu maju ke panggung di susul tepukan riuh. "Ashley Evans, Julliard School, jurusan musik," kata Prof. Abram. Ashley segera maju di iringi tepuk tangan paling meriah. "Dan untuk kali ini, untuk pertama kalinya, Yale University tidak menerima murid mana pun dari Narsimwarts," kata Prof. Abram sedih. Semua kecewa. "Ok, sekarang Stanford University, untuk jurusan Matematika, Ebenezer Scrooge!" seru Prof. Abram, suaranya terdengar ceria. Ebenezer segera naik dan diiringi tepuk tangan meriah. Daemon-nya yang berbentuk kucing berjalan anggun. "Dan sekarang, untuk universitas paling bergengsi di dunia, The Great University of Albuquerque akan menerima murid terbaik, yaitu Ryan Evans!" seru Prof. Abram sangat bangga. Ryan maju dan tepuk tangan termeriah menyambutnya. Sementara itu, Ashley, kakaknya terkaget - kaget. "Apa???" teriaknya. "Selamat kepada semua dan, selamat berlibur!" seru Prof. Abram lagi.
Para murid kelas kecil melompat gembira, dan meminta tanda tangan dari para guru, untuk menandai bahwa mereka telah naik kelas. Semua murid senang, terutama murid kelas 5. "Kami telah lulus!" seru mereka. Semua orang segera pergi bersama orang tua pulang ke rumah untuk berlibur.
Kota mereka tinggal namanya Barstople City. Asyik sekali di sana. Ada kementrian Sihir, namanya Ministry of Magic in Bar's . Ministry of Magic in Bar's sangat indah, di halaman Kementrian Sihir di Barstople ada Albuquerque, seorang penyihir hebat yang pernah mengalahkan Wizengamot Polar Parseltouge. Wizengamot dikenal karena telah membunuh duabelas pejabat Kementrian. Wizengamot memiliki anak, Wilburquer.
Wilburquer pernah membunuh 12 orang sekaligus! Orang itu 8 diantaranya adalah elf. 4 orang lainnya aadalah Julian Parish, Anne Parish, Richard Kent, Dick Wilbur Parish. Ketiga Parish sangat baik hatinya, tetapi Wilburquer membunuhnya sekaligus dengan mantra pembunuh sekaligus, licopus edath.
Richard Kent adalah salah satu keluarga Slughorn, artinya memiliki hubungan dengan Horace Slughorn dan Alicia Slughorn. Richard adalah buyut Alicia dan ayah Horace. Richard Kent Slughorn memiliki 14 penghargaan Wizard Today.
Sementara ketiga Parish adalah saudara Lee Scoresby. Ketiga Parish tinggal di Pescara City. Kementrian di Pescara City bernama Ministry of Magic in Car's .
Satu - satunya murid Narsimwarts yang tingga di Pescara City adalah George Metric dan Fred Metric, juga Alicia Slughorn. Hanya orang kaya yang bisa tinggal di Pescara City.
Jadi Jennica tinggal di Narsimwarts, sementara anak - anak lain pulang dengan hati gembira. Jennica bosan sekali di Narsimwarts, sangat bosan. " Hei, bagaimana jika kita ke Hutan Ajaib? Di sana kan asyik..." seru Jennica. Teman - temannya mengangguk. Hutan Ajaib sangat luas, dan di ujung sekali, kira - kira 50 km dari Narsimwarts, terdapat Hemilgton City. Hemilgton City adalah kota kecil dari sekian banyak kota di Narsimwarts. Hemilgton hanya ditinggali beberapa orang, kira - kira 14 - 15 kepala keluarga. Di Hemilgton City tinggal bibi Jennica, Blubby. Bibi Blubby adalah ibu dari Debora Lavender. Ayah Debora, Arthur Avalon Merlin menikah dengan Blubby Lavender. Ibu Jennica adalah salah satu dari keturunan Lavender. Arthur Avalon Merlin ( ayah Debora) adalah penyihir hebat, yang pernah menikah dengan Morgan Le Fay, saudara tiri Raja Arthur yang mencoba mencuri pedang Excalibur Raja Arthur bahkan mencoba membunuhnya. Morgan Le Fay adalah Ratu Avalon, sehingga untuk menghormati keluarga istrinya, Arthur yang bernama asli Andrew Digory ini memakai nama Arthur, Avalon, dan Merlin ( Morgan Le Fay belajar sihir dari Merlin )
Saat menikah dengan Blubby Lavender, ia memberi nama anaknya, Debora Excalibur. Jadi, nama Debora yang sebenarya adalah Debora Lavender Excalibur. Andrew atau Arthur (terserah kau mau mengatakanya siapa) meninggal pada tahun 1945, ketika istrinya melahirkan anak kedua mereka - kembar - Andrew dan Arthur (kedua anak kembar ini dinamakan sesuai nama ayahnya).

No comments:

Post a Comment